Advanced Oxidation Processes (AOP) merupakan metode pengolahan limbah secara kimia yang sangat efektif dalam mengoksidasi, dekolorisasi, mineralisasi dan mendegradasi polutan organik (Mohajerani et al., 2009). Advanced oxidation processes (AOPs) merupakan teknologi yang menjanjikan untuk mengolah air limbah yang mengandung senyawa organik yang tidak mudah disisihkan. AOPs diketahui memiliki efisiensi tinggi dalam mengolah senyawa recalcitrant (bandel) dalam limbah cair. Proses AOP melibatkan pembentukan hidroksil radikal bebas yang memiliki potensi oksidasi yang sangat tinggi dan dapat mengoksidasi hampir semua senyawa polutan organik secara non selektif (Del Moro et al., 2013).

Prosedur AOP sangat berguna untuk menyisihkan bahan biologis beracun atau non – degradable seperti aromatik, pestisida, konstituen minyak bumi, dan senyawa organik yang mudah menguap (volatile) di dalam air limbah. Kontaminan dikonversi sebagian besar menjadi senyawa anorganik yang  stabil, seperti air, karbon  dioksida  dan garam. Mekanisme utama fungsi AOP adalah pembentukan radikal bebas yang sangat reaktif. Radikal hidroksil (OH •) yang efektif dalam menghancurkan senyawa kimia organik karena mereka bersifat elektrofil reaktif (lebih memilih elektron) yang bereaksi dengan cepat dan non-selektif dengan hampir semua organik yang kaya elektron senyawa. Mereka memiliki potensi oksidasi 2,33 V dan menunjukkan tingkat reaksi oksidasi yang lebih cepat dibandingkan dengan oksidan konvensional seperti H2O2 atau KMnO4  (Sharma et al., 2011). Reaksi yang terjadi dalam proses AOP adalah sebagai berikut.

Reaksi di atas menunjukkan bahwa teknologi AOPs  dapat menghasilkan mineraliasi yang lengkap dari polutan menjadi CO2, H2O, dan bahan-bahan anorganik. Pada umumnya proses  dekomposisi  parsial  dari  polutan  organik  yang  tidak terdegradasi  oleh  pengolahan biologi dapat disisihkan melalui AOP.